Segala Sesuatu Adalah Mungkin Bagi Allah

Segala Sesuatu Adalah Mungkin Bagi Allah

Salam Teresa!!

Ibu/Bapak, Saudari-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, sebelum menyampaikan permenungan minggu ini perkenankan saya mengucapkan Selamat Hari Pangan Sedunia 2018. Tepatnya pada tanggal 16 Oktober kita Merayakan Hari Pangan Sedunia. Semoga melalui gerakan Hari Pangan Sedunia kali ini, kita diajak untuk semakin peduli terhadap realitas kelaparan yang melanda begitu banyak saudara-saudari kita di muka bumi ini.

Saudara-saudari, Kisah Sabda Tuhan hari ini sebuah gambaran seorang muda kaya yang mencari kebaikan sejati/kebijaksanaan dalam hidupnya. Ia sendiri merupakan orang yang baik, bahkan menurut standar orang Yahudi, orang muda itu sangat mengagumkan. Ia menggambarkan sosok ideal bagi banyak orang: masih muda, kaya, baik pula. Tetapi rupanya ia belum siap untuk menghidupi kebaikan sejati. Ia mencari hikmat dan pengertian, namun rupanya belum siap menanggung tajamnya Sabda Tuhan yang memintanya melepaskan segala sesuatu.

Saudara-saudari, kita bisa melihat ada dua persoalan yang ada pada diri orang muda kaya itu. Pertama, ia ingin mencapai kebahagiaan sejati, tetapi menjadi ragu dan takut karena untuk mencapainya ia harus melepaskan segala sesuatu. Dengan kata lain, ia masih terikat pada sarana. “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang engkau miliki dan berikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan Yesus, mukanya muram, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya (Mrk 10:21-22).

Kedua, ia belum menyadari bahwa yang jadi pokok adalah mengikuti Tuhan, bukan berapa banyak kebaikan yang saya lakukan dan berapa besar kebahagiaan yang saya dapatkan sebagai ganjaran dari kebaikan saya. Pusat hidup dan tujuan orang beriman adalah mengikuti Tuhan. Itulah mengapa Yesus meminta orang muda yang kaya menjual segala harta (sarana) dan mengikuti Yesus. Bukankah Tuhan adalah sumber kebaikan dan kebahagiaan? Ketika orang berpusat pada Sabda Tuhan dan setia mengikuti-Nya, kebaikan dan kebahagiaan akan selalu menyertainya di sepanjang waktu. Dan dengan keyakinan itu segala sesuatu yang tidak mungkin bagi kita, selalu mungkin bagi Allah.

Marilah kita menanggapi undangan dan sekaligus tantangan dari Tuhan Yesus dengan berani meninggalkan segala, melepaskan segala ikatan dan belenggu diri supaya kita dapat mengikuti-Nya secara total.

Rm Antara Pr

Dipost Oleh Simon Aldwin

Post Terkait