Percaya Kepada Dia

Percaya Kepada Dia

Salam Teresa!!

Ibu/Bapak, Saudari-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, kalau kita menyimak Sabda Tuhan hari ini, istilah haus dan lapar yang dipakai oleh Yesus dalam Injil Yohanes, mempunyai arti baik jasmani maupun rohani. Agar hidup kita sebagai manusia dapat terpelihara serta bertumbuh dengan baik seperti yang dikehendaki Tuhan, kita memang mutlak membutuhkan makanan dan minuman. Karena kita mempunyai jiwa dan raga, yang harus hidup dan bertumbuh serta berkembang dengan baik, maka kita juga membutuhkan makanan dan minuman baik jasmani maupun rohani.

Dalam rangka untuk menyelamatkan hidup kita sebagai manusia secara utuh, maka dalam mewartakan kabar gembira tentang keselamatan kita, Yesus memberi makanan dan minuman rohani dengan ajaran rohani dengan khotbah-Nya. Namun sesuai dengan situasi dan kondisi warga masyarakat, Ia juga memperhatikan dan memberikan makanan dan minuman jasmani, seperti yang terjadi dari mukjizat penggandaan dan pembagian roti makanan mereka. Dan untuk melayani kehausan akan minuman yang lebih berharga dari pada sekadar air, Yesus mengubah air menjadi anggur (saat di Kana), dan akhirnya dalam perjamuan malam terakhir Ia mengubah anggur menjadi darah-Nya sendiri.

Saudari-saudara yang terkasih, Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai “roti kehidupan”. Allah sendiri bukan memberikan roti yang biasa, tetapi memberikan Putra-Nya sendiri sebagai roti yang luar biasa. Yesus mengatakan sendiri: “Akulah roti yang telah turun dari surga” (Yoh 6:41). Demikianlah Kristus adalah roti bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, baik sebagai santapan sabda-Nya maupun sebagai santapan tubuh-Nya. “Akulah roti hidup, barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35).

Marilah dengan hati yang terbuka kita percaya kepada-Nya agar kita dipuaskan oleh Sang Roti Kehidupan kita, yakni Yesus Kristus, Tuhan Juruselamat kita.

Rm. Antara, Pr

 

Dipost Oleh Simon Aldwin

Post Terkait